">
KERENDAHAN HATI YANG MENYELAMATKAN
2 Tawarikh 12:1-12
"Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka." (2Taw. 12:7)
Sebuah truk terjebak pada atap jembatan yang rendah. Sopir truk itu salah duga bahwa truknya dapat melewati jembatan itu. Jika ia meneruskan truknya, maka truk dan atap jembatan itu akan rusak. Dalam kondisi seperti itu, salah satu cara yang dapat dilakukan agar truk lolos adalah mengempiskan ban-ban truk, sehingga truk akan lebih rendah di bawah atap jembatan. Setelah beberapa sentimeter ban-ban truk dikempiskan, truk itu akhirnya berhasil lolos.
Seperti sopir truk yang salah duga, Raja Rehabeam dan seluruh Israel salah duga bahwa kerajaan Israel mampu melewati bahaya ancaman Sisak raja Mesir. Raja Rehabeam dan seluruh Israel menduga, mereka akan tetap kokoh dengan hidup meninggalkan TUHAN dan mengandalkan kuasa mereka sendiri. Mereka ternyata keliru. Mereka tidak mampu mempertahankan kota-kota di Yehuda. Sisak merebut kota-kota mereka. Bahkan, Raja Sisak bersiap untuk menyerbu kota Yerusalem. Lalu, datanglah Nabi Semaya kepada Rehabeam dan para pemimpin Yehuda. Sang nabi memperingatkan bahwa mereka seharusnya hidup setia kepada TUHAN dan tetap mengandalkan kuasa TUHAN.
Dengan merendahkan hati di hadapan TUHAN, mereka mampu melewati ancaman kerusakan fatal atas kerajaan. Demikian kita seharusnya tetap setia kepada TUHAN dan mengandalkan bukan pada kuasa diri sendiri, tetapi kuasa TUHAN. Pada kenyataannya, TUHAN melihat dan menyelamatkan umat-Nya yang rendah hati.
REFLEKSI: Orang yang rendah hati mendapatkan perhatian dan keselamatan dari TUHAN.
Mzm. 119:65-72; 2Taw. 12:1-12; Ibr. 13:7-21