09 August 2022 / Renungan Harian

MATA TUHAN MENGAMATI


media

TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga;mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

(Mzm. 11:4)

“Mata Tuhan melihat, apa yang kita perbuat, baik dan jahat. Oleh sebab itulah, jangan berbuat jahat. Ingat, Tuhan melihat.” Lirik lagu Sekolah Minggu ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat apa yang kita perbuat, di mana pun kita berada; tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan.

Lirik lagu di atas sejalan dengan pemahaman pemazmur. Ia meyakini bahwa meskipun Tuhan ada di dalam bait-Nya, di takhta-Nya di surga, tetapi Ia mengamat-amati anak-anak manusia. Dari takhta-Nya, Tuhan melihat semua kejadian di muka bumi, tak ada yang terlewat dari pengamatan-Nya. Bahkan, “Sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.” Kata menguji biasanya dipakai untuk mengetahui atau membuktikan murni atau tidaknya sesuatu. Misalnya, menguji kadar (karat) emas. Itu berarti, Tuhan tidak sembarangan menilai seseorang. Ia melihat sampai kedalaman hati manusia dengan sorot mata-Nya yang dapat menembus ke dalam batin. Segala sesuatu terlihat jelas di hadapan Tuhan sehingga manusia tidak dapat bersikap munafik di hadapan-Nya. Ia menghukum orang-orang fasik, tetapi membela orang-orang benar.

Pemazmur meyakini bahwa Tuhan mengetahui kedalaman hatinya, juga ketulusannya untuk bersandar kepada-Nya. Bagi pemazmur, Tuhan adalah tempat perlindungannya. Karena itu, pemazmur tidak mau diombang-ambingkan oleh nasihat orang fasik. Ia akan mengandalkan Tuhan saja dalam segala perkara.

DOA:

Ya Tuhan, Engkau melihat kedalaman dan ketulusan hatiku. Kepada-Mu aku berlindung dari segala ancaman. Amin.

Mzm. 11; Yes. 24:1-13; Ibr. 11:17-28