28 November 2020 / Renungan Harian

MENENTANG PENGUASA


media

Mikha 2:1-13

“Janganlah ucapkan nubuat,” kata mereka itu, “orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu! Noda tidak akan menimpa kita.” (Mi. 2:6)

Apa yang Anda lakukan jika orang hendak memberi sumbangan uang yang sangat besar untuk gereja Anda, tetapi uang itu hasil dari tindakan kriminal? Giuseppe Puglisi menolaknya dengan tegas. Sebagai imam di Palermo, Italia, ia berani berhadapan dengan Mafia Sisilia yang terkenal kejam. Ia menantang mereka secara terbuka dan menolak sumbangan mereka baik untuk perayaan keagamaan maupun untuk perbaikan gereja. Ia berusaha mengubah mental jemaatnya yang mendiamkan saja aksi para mafia itu. Akhirnya Puglisi dibunuh oleh Mafia Sisilia pada ulang tahunnya yang ke-56. Menentang penguasa lalim memang penuh risiko. Mereka memiliki segala sesuatu dan bisa melakukan apa pun yang mereka mau. Mereka pasti tidak suka bila ada orang yang berani menentang mereka.

Mikha pun menyatakan penghukuman Tuhan terhadap para penguasa tamak yang tidak segan-segan menyingkirkan orang lain demi mencapai tujuan mereka akan kekuasaan dan kekayaan. Hal itu menimbulkan kemarahan para penguasa kaya itu. Mereka menolak mendengarkan nubuatan Mikha, bahkan mereka berusaha menghentikannya.

Menentang penguasa lalim memang tidak mudah. Setiap orang yang ingin menentang mereka harus berani menanggung risiko besar. Karena itu, tidak heran jika sebagian orang memilih untuk diam dan membiarkan saja tindakan kriminal mereka, apalagi jika mereka juga mendapat keuntungan dengan menjadi sekutunya. Bagaimana dengan kita?

REFLEKSI:

Diam tidak selalu berarti emas, tetapi bicara bisa berarti bencana.

Mazmur 80:2-8, 18-20; Mi. 2:1-13; Mat. 24:15-31

Latest ARTICLE