31 December 2020 / Renungan Harian

MINTALAH HIKMAT DAN HATI NURANI


media

1 Raja-raja 3:5-14

“Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan ... maka Aku akan memperpanjang umurmu.” (1Raj. 3:14)

Pemintaan Salomo pada awal bertakhta tidaklah istimewa. Setiap pemimpin, pejabat, dan pengurus, di awal kepemimpinannya, juga meminta hikmat dan hati nurani untuk menimbang perkara pengadilan atas rakyatnya. Rasanya, para raja lain di zaman Salomo pun meminta hal yang sama, yakni kemampuan untuk menimbang perkara. Sekiranya berbeda, mungkin adalah tambahan dengan nyawa musuh demi alasan keamanan negeri, umur panjang demi alasan keberlangsungan keturunan atau dinasti, dan kekayaan demi kesejahteraan negeri dan rakyat.

Yang istimewa adalah penyusun kitab ini menuliskan: “Salomo bermimpi.” Permintaan Salomo yang “tulus” itu ternyata mimpi. Di luar mimpinya, Salomo bukan raja yang baik, ia jauh meninggalkan pola ayahnya. Sepanjang kepemimpinannya, Israel semakin jatuh dari segi ekonomi, agama, dan politik. Setelah Salomo mangkat, Israel terpecah menjadi dua: Israel (Utara) dan Yehuda (Selatan), hingga pembuangan.

Firman Tuhan menegaskan bahwa hikmat dan hati nurani untuk menimbang diletakkan bukan karena kekuatan diri sendiri, bukan mimpi, melainkan karena takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan merupakan pedoman bagi setiap orang Kristen dan lembaga gereja untuk meneladan Tuhan. Yang sudah terjadi sepanjang tahun ini, tidak dapat kita koreksi. Namun, kita bisa memohon kepada Tuhan akan hikmat dan hati nurani untuk tahun depan.

DOA:

Pimpinlah kami dalam menjadikan Kristus sebagai teladan. Amin.

Mzm. 148; 1Raj. 3:5-14; Yoh. 8:12-19

Latest ARTICLE