17 August 2022 / Renungan Harian

RUMAH DOA


media

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.

(Luk. 19:46)

Di sepanjang pelayanan-Nya, Tuhan Yesus selalu menunjukkan kasih dan kelembutan-Nya dalam menghadapi dan melayani orang banyak. Hanya ada satu peristiwa di Bait Allah, dicatat oleh keempat Injil, yang menunjukkan Yesus marah dan bertindak tegas mengusir para pedagang yang ada di Bait Allah.

Pada masa Yesus, Bait Allah bukan hanya menjadi pusat ibadah orang Yahudi, tetapi juga dijadikan tempat berdagang bahan-bahan keperluan ibadah. Yesus pun bertindak untuk membersihkan bait Allah dan mengembalikannya pada fungsinya sebagai rumah doa. Para imam yang seharusnya menjaga, malah sibuk berkolusi dengan para pedagang untuk mendatangkan keuntungan bagi dirinya. Itulah penyebab Yesus mengecam mereka, “Kamu menjadikannya sarang penyamun.” Bait Allah yang seharusnya kudus telah tercemari oleh praktik keserakahan dan tipu muslihat para pemimpin saat itu.

Tindakan Yesus mengusir para pedagang hendak menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas adalah kekudusan Allah dan relasi dengan Allah, bukan keuntungan duniawi berkedok religiositas. Peringatan Yesus berlaku juga bagi kita, agar tidak menyepelekan kekudusan Tuhan dalam beribadah kepada-Nya. Bagi kita yang cenderung begitu sibuk pelayanan di gereja, tetapi melupakan relasi dengan Tuhan sebagai yang utama, sadarlah! Relasi dengan Tuhan harus menjadi prioritas kerinduan kita di mana pun kita berada dan sepatutnya mewarnai relasi kita dengan sesama.

DOA:

Ya Tuhan, tolong kami untuk selalu rindu membangun hubungan yang akrab dengan Engkau dalam doa dan ibadah kami. Amin.

Mzm. 74; Yes. 27:1-13; Luk. 19:45-48