03 December 2020 / Renungan Harian

SAHABAT DALAM PELAYANAN


media

1 Tesalonika 1:2-10

Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. (1Tes. 1:5)

Jemaat Kristen Tesalonika, bagi Rasul Paulus adalah sahabat. Mereka bukan hanya buah pelayanan Paulus, tetapi sudah menjadi sahabat. Tesalonika bukan hanya menjadi penurut Paulus dan Tuhan, tetapi juga teladan saksi iman. Tesalonika mempersaksikan iman yang dengan sukacita menerima firman di dalam penindasan berat. Hubungan batin yang erat itu menyebabkan Paulus mengakui bahwa ia selalu menyebut jemaat Tesalonika dalam doanya.

Aktivitas bergereja sering hanya diisi dengan urusan pelayanan dan pelayan, murid dan pemuridan, ketaatan dan kesalehan, rekan sekerja dan pembimbing rohani. Apakah kita pernah memandang Pendeta sebagai teman atau sahabat, bukan hanya pelayan atau pejabat gereja? Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat aktivitas dan kehidupan bergereja dengan sudut pandang berbeda. Sudut pandangnya tidak melulu pelayanan dan pelayan, atau umat dan pejabat gereja. Mereka dan kita adalah juga sahabat dan manusia.

Sebagaimana kehidupan itu tidak monoton, kehidupan aktivitas gereja yang dinamis adalah penyemangat hidup beriman. Kita menyuruh karyawan, menuntut pekerjaan rekan, meminta perhatian pejabat gereja, mengharapkan pelayanan dari pelayan gereja, namun teman adalah setara. Memandang rekan sekerja, baik Pendeta, Penatua, karyawan gereja, maupun umat sebagai teman seperjalanan merupakan kesaksian iman dan kekuatan bagi pembangunan jemaat.

DOA:

Tuhan, hari ini saya belajar memandang rekan sekerja-Mu di gereja sebagai sahabat dalam perjalanan. Amin.

Mzm. 85:2-3; 9-14; Hos. 6:1-6; 1Tes. 1:2-10

Latest ARTICLE