21 November 2020 / Renungan Harian

SANG GEMBALA


media

Yehezkiel 34:25-31

“Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh. 34:31)

Pada 16 Agustus 1967, dalam pidatonya yang berjudul Where Do We Go from Here? Martin Luther King, Jr. mengatakan, “Biarlah kita tidak menjadi puas sampai tiba saatnya ketika tidak seorang pun akan berteriak, ‘Kekuatan orang kulit putih!’ ketika tidak seorang pun akan berteriak ‘Kekuatan orang kulit hitam!’ tetapi setiap orang akan berbicara tentang kekuatan Allah dan kekuatan manusia.” Martin Luther King, Jr. memang membayangkan suatu dunia yang tidak lagi dikotak-kotakkan atas dasar warna kulit, suatu kehidupan yang tidak dikuasai oleh kekuatan rasial tertentu yang menindas kelompok manusia lainnya.

Penulis Yehezkiel pun dalam penglihatannya menggambarkan adanya suasana atau kondisi yang berbeda ketika Allah memulihkan umat-Nya. Kehidupan umat akan penuh dengan damai sejahtera karena Allah sendirilah yang akan memimpin umat-Nya. Ia menjadi seperti gembala yang memimpin domba gembalaan-Nya dengan penuh kasih sayang. Ia melindungi yang lemah dan tidak membiarkan terjadinya penindasan dan penyalahgunaan kuasa. Allah sebagai gembala akan memenuhi kebutuhan umat dan menghalau ketakutan mereka.

Gambaran itu memperlihatkan bahwa kesejahteraan sosial bisa tercipta bila Allah sendiri yang berperan di dalamnya. Dengan kepemimpinan Allah sebagai gembala, kita pun diundang untuk menjadi domba yang senantiasa menghidupi gaya hidup yang sesuai dengan kepemimpinan Allah itu.

REFLEKSI:

Pemerintahan Allah adalah dunia tanpa kotak diskriminatif.

Mzm. 100; Yeh. 34:25-31; Mat. 12:46-50

Latest ARTICLE