10 July 2021 / Renungan Harian

SYUKUR


media

Lukas 1:57-80

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya ....” (Luk. 1:68)

Apa yang membuat kita bersyukur kepada Allah? Umumnya, kita akan mengatakan bahwa kebaikan Allah, pemeliharaan Allah atau keselamatan Allah sebagai jawaban utama atas pertanyaan tersebut. Namun, bagaimana jika yang kita alami bukanlah kebaikan, bukan pemeliharaan atau pun keselamatan, mampukah kita bersyukur kepada Allah? Akankah kita bersyukur kepada Allah ketika kita mengalami penderitaan, kegagalan atau pun kelemahan?

Allah membuat Zakharia tidak mampu berkata-kata. Secara manusiawi, pada saat itu, bisa saja Zakharia menggugat kebijakan Allah yang telah membuatnya bisu. Jika Allah memang benar-benar ingin berkarya melalui dirinya, mengapa Allah justru membatasi dirinya? Di sinilah keunikan cara kerja Allah. Allah bekerja dengan cara-Nya yang tidak selalu sejalan dengan akal pikiran kita. Namun demikian, kita diberikan kemampuan untuk dapat memaknai cara kerja Allah yang seolah tidak sejalan dengan logika dan keinginan manusia.

Kebisuan yang dialami Zakharia seakan ingin menggambarkan bahwa untuk melihat karya Allah, kita tidak perlu banyak berkata-kata. Kita hanya perlu menunggu dan melihat. Allah ingin kita menyaksikan karya-Nya yang tidak terduga, tanpa harus mempertanyakan-Nya. Allah memahami apa yang kita butuhkan. Oleh sebab itu, marilah kita menunggu dan melihat Allah yang tetap dan terus berkarya dari hari ke hari.

REFLEKSI:

Allah bekerja dengan cara yang tidak terduga. Tunggu dan lihatlah apa yang sebenarnya sedang Allah kerjakan di dalam hidup kita.

Mzm. 85:9-14; Am. 4:6-13; Luk. 1:57-80

Latest ARTICLE