24 August 2020 / Renungan Harian

ALLAH MENUNTUN PADA PERTOBATAN


media

Roma 2:1-11

Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya, kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Rm. 2:4)

“Diberi hati minta jantung.” Ungkapan ini merupakan ekspresi geram, ketika mendengar atau menyaksikan orang yang telah diberi kebaikan, tetapi tidak menghargai kebaikan yang diterimanya dan malahan berlaku tidak pantas.

Paulus dalam nasihatnya, mengingatkan jemaat di Roma agar tidak berlaku “diberi hati minta jantung,” dengan mengabaikan segala kebaikan, kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati Tuhan terhadap mereka. Tuhan menganugerahkan segala yang baik bagi umat-Nya agar umat-Nya bertobat dan mengalami pembaruan hidup. Kebaikan Tuhan bukan untuk dianggap sepi; bukan untuk disia-siakan dengan terus hidup sesuka hati. Sebagai jemaat yang hidup di kota besar, Paulus menyadari bahwa jemaat Korintus menghadapi tantangan terkait dengan keberagaman. Ada orang Yahudi, orang Yunani, orang Romawi dan berbagai suku bangsa lainnya. Penghayatan akan kasih Kristus dalam kehidupan jemaat juga beragam. Ada suku bangsa yang sangat meyakini bahwa mereka adalah bangsa pilihan, umat kepunyaan Allah sehingga pasti akan diselamatkan, apa pun keberadaan mereka. Terhadap pandangan ini, Paulus menegaskan bahwa Tuhan tidak memandang bulu. Artinya semua orang dari suku bangsa apa pun, akan dihakimi berdasarkan perbuatannya: baik atau buruk.

Kasih Tuhan seharusnya membuat kita berjalan dalam pertobatan, bukan hidup sekehendak hati.

DOA:

Ampuni kami Tuhan, jika kasih-Mu kami abaikan dan kurang kami syukuri.

Mzm. 8; Kel. 1:1-7; Rm. 2:1-11

Latest ARTICLE