Mazmur 89:2-5, 16-19
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. (Mzm. 89:3)
Burung merpati sering dipakai sebagai simbol kesetiaan karena burung itu dikenal sebagai burung monogami. Sekalipun ia terbang tinggi, bila melihat pasangannya ada di bawah, pasti ia akan segera meluncur turun. Bahkan, ketika di sekitarnya ada banyak burung betina yang lain, ia tidak akan pernah salah memilih pasangannya. Dibandingkan dengan kesetiaan burung merpati, kesetiaan manusia makin menjadi hal yang langka dalam kehidupan masa kini.
Pemazmur dalam kesaksiannya mengatakan bahwa Daud sebagai hamba Allah telah mengalami kasih setia Tuhan. Kasih setia Tuhan yang diterimanya sangat luar biasa. Bukan saja ketika Daud hidup dekat dengan Tuhan, melainkan juga ketika ia menjauh dan melanggar pengajaran Tuhan, Tuhan tetap setia. Tuhan berjanji untuk setia bukan hanya kepada Daud, melainkan juga kepada semua umat-Nya. Tuhan telah mengikat perjanjian dengan orang pilihan-Nya dan tetap tidak akan meninggalkan Daud beserta keturunannya. Keyakinan dan kesadaran Pemazmur akan kehidupan Daud itulah yang membuatnya bermazmur: "Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit " (Mzm. 89:3).
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa kasih setia Tuhan sudah ditegakkan pada hamba-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang tetap mau berserah dan percaya kepada-Nya. Jadilah setia karena Allah kita setia!
Refleksi:
Belajar tetap setia membuat hati damai dan sejahtera.
Mzm. 89:2-5, 16-19; Yer. 28:1-4; Luk. 17:1-4