Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mrk. 8:33)

">


25 February 2018 / Renungan Harian

ALLAH yang Turut Menderita


media

ALLAH yang Turut Menderita

Markus 8:31-38

"Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mrk. 8:33)

Tidak mudah bagi manusia untuk menyelami pikiran Allah. Contohnya Petrus. Baru saja ia menemukan jawaban brilian tentang Tuhan Yesus, sejurus kemudian ia harus rela dimarahi Tuhan. "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah..."

Mengapa perubahan itu bisa terjadi sedemikian cepat? Gara-garanya Petrus kelihatan sok gagah. Menarik Yesus dan kemudian menegur Beliau. Bayangkan! Menarik dan menegur Guru dan Tuhannya. Sikap itu tidak dilandasi pemahaman mendalam bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Petrus hanya mengikuti pikirannya sendiri sehingga ia "gagal paham". Ia lupa bahwa Allah memiliki jalan pikiran sendiri yang agung. Keagungan jalan pikiran Allah itu sering memporak porandakan jalan pikiran manusia. Contohnya, pikiran Petrus. Bagi Petrus, Anak Manusia tidak selayaknya menanggung banyak penderitaan. Namun, pikiran Allah berbeda. Penderitaan Anak Manusia adalah wujud solidaritas-Nya pada penderitaan dunia akibat dosa. Hal itu tentu menunjukkan kebenaran pikiran Allah.

Penderitaan Kristus adalah bukti solidaritas Allah pada kisah hidup kita. Kisah hidup yang tak lepas dari penderitaan itu pun menjadi bermakna. Penderitaan kita tidak sia-sia ketika dialami dan dirasakan bersama Tuhan yang rela menderita. Kesadaran akan hal itu membuat kita tetap bahagia sekalipun menderita.

 


DOA:

Tuhan, kami berbahagia karena Engkau bersama kami di tengah penderitaan kami. Amin.


Kej. 17:1-7, 15-16; Mzm. 22:24-32; Rm. 4:13-25; Mrk. 8:31-38

Latest ARTICLE