Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Luk.22:42)

">


19 October 2016 / Renungan Harian

Andai Cawan Ini Lalu


media

Andai Cawan Ini Lalu

Lukas 22:39-46

"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Luk.22:42)

Orang bijak berkata, "Lawan terbesar kita adalah diri sendiri." Saat kita begitu menyayangi diri sendiri, saat itulah pencobaan datang. Misalnya, kita sangat suka buah durian padahal kita mengidap hipertensi. Tidak dimakan "sayang", tetapi bila dimakan berbahaya. Kita pun nekat: makan sedikit saja tidak apalah, biar tidak penasaran! Nanti kan langsung minum obat!" begitulah kekalahan kita ketika melawan diri sendiri.

Saat menjelang kematian-Nya, Yesus menghadapi godaan terbesar-Nya, yaitu godaan untuk menyimpang dari jalan Bapa-Nya. Saat Yesus mengajak murid-murid-Nya ke bukit Zaitun, ia menyuruh para murid berdoa supaya tidak jatuh dalam pencobaan (ay.40). Perhatikan kata yang dipakai adalah "jatuh" bukan "terjatuh". Jadi, ada aspek pilihan atau unsur kesengajaan meskipun keadaan dapat mempengaruhi kita dan membuat kita jatuh ke dalam pencobaan. Yesus sendiri pun harus mengalahkan pencobaan terbesar-Nya, yaitu keinginan diri-Nya, dan Yesus menang.

Dalam upaya kita untuk taat kepada Allah, terkadang kita menghadapi pencobaan yang berat. Saat kita menghadapi pencobaan itu, kita harus menyadari bahwa kemampuan kita saja akan membuat kita gagal. Namun, bila kita melibatkan kuasa Tuhan dan berpengharapan kepada-Nya, kita akan menang. Yesus mengalahkan keinginan diri-Nya dan menempuh jalan ketaatan kepada Bapa-Nya.

 


Doa:

Tuhan, beri kami kekuatan untuk mengalahkan keinginan kami yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Amin.

 

Mzm.57; 1Sam.25:36-42; Luk.22:39-46

Latest ARTICLE