(Bil. 20:28)
">
Awal Kehidupan
Bilangan 20:22-29
"Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar …." (Bil. 20:28)
Ada orang yang tidak pernah sakit seumur hidupnya, tetapi tidak ada orang yang tidak mati. Kematian adalah takdir setiap makhluk hidup. Siapa pun tidak dapat menampik kematian, tidak dapat menentukan bagaimana caranya dan kapan waktunya. Oleh karena itu, banyak suku bangsa yang lebih memuliakan kematian, ketimbang kelahiran atau perkawinan. Baik besarnya upacara maupun makna akan kematian menandakan budaya memuliakan kematian seseorang.
Penulis kitab Bilangan menamakan kematian Harun dengan mulia: berkumpul dengan kaum leluhur. Kematian membawa Harun ke tingkat yang lebih mulia daripada kefanaan, yakni leluhur. Banyak suku bangsa di dunia yang sangat menghormati kaum leluhurnya, termasuk umat Israel. Jasa dan penyertaan kaum leluhur selalu diingat pada waktu-waktu tertentu. Itulah sebabnya, Alkitab jarang sekali mengisahkan duka berlebihan atas kematian seseorang, terutama orang lanjut usia. Umat memberikan waktu berduka (tiga puluh hari), namun tidak berlebihan. Berduka, tetapi melihat kemuliaan yang Tuhan berikan atas manusia.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa kematian bukan cela atau kutuk. Kematian bukanlah hal memalukan atau menakutkan. Kematian adalah siklus kehidupan. Ada kematian dan ada pula kelahiran. Kelahiran mulia, karena akan ada kehidupan baru dan kelanjutannya. Kematian mulia, karena meninggalkan kenangan dan jasa.
DOA:
Kami mengenang Saudara-saudara kekasih yang telah bersama dengan Engkau di keabadian. Amin.
Mzm. 138; Bil. 20:22-29; Kis. 9:19b-25