">


02 January 2020 / Renungan Harian

BERIMAN DAN DIBERKATI


media

Ibrani 11:1-12

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibr. 11:6)

 

“Mungkin ga yah masih ada yang mau menikah dengan saya yang sudah tidak muda lagi ini?” “Mungkin ga yah saya memiliki keturunan?” Pertanyaan-pertanyaan ini kerap muncul seiring umur kita yang bertambah banyak. Selain itu, pertanyaan ini makin jelas menggema ketika kita berpikir bahwa hal-hal itu tidak mungkin terjadi.

Kitab Ibrani ini merangkum kisah-kisah tokoh Alkitab dengan beragam pergumulan imannya: Habel, Kain, Henokh, Nuh, Abraham, dan Sara. Setiap tokoh ini punya pergumulan yang beragam: ada perintah untuk pergi ke suatu tempat, ada masalah keturunan, dan sebagainya. Satu hal terlintas dalam benak kita jika membaca kisah-kisah mereka, yaitu tidak mungkin atau mustahil! Akan tetapi, penulis Ibrani mengatakan, “Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Bagaimana Abraham percaya diri meninggalkan tempat kediamannya? Karena iman. Bagaimana Sara dapat mempunyai anak? Karena iman. Iman menjadi dasar dan kekuatan untuk percaya dan berharap kepada Allah.

Dalam hidup kita, banyak sekali hal mustahil menurut perhitungan kita. Akan tetapi, kita diajak untuk yakin bahwa beriman bukanlah soal meminta berkat, tetapi memercayakan diri kepada Allah yang bekerja begitu menakjubkan. Keteguhan iman seperti inilah yang membuat kita percaya pula akan berkat Tuhan yang telah disediakan-Nya bagi kita.

REFLEKSI: Beriman bukanlah soal meminta berkat, melainkan keyakinan penuh bahwa berkat Allah dapat terjadi dengan cara yang menakjubkan.

Mzm. 20; Kej. 12:1-7; Ibr. 11:1-12

Latest ARTICLE