Mazmur 92
Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi... (Mzm. 92:2)
Hati yang menyanyi menyenangkan Allah, khususnya ketika kita menyanyi untuk mengucap syukur. Pujian dengan hati yang tertuju pada Allah tentu menyukakan hati Allah. Sejak zaman Musa sampai hari ini kebenaran Allah telah banyak dinyatakan lewat musik. Hari ini banyak orang Kristen bersyukur karena banyak Firman Tuhan yang telah digubah menjadi lagu. Hal ini memampukan mereka untuk menyanyikan kebenaran Tuhan dan mengagungkan nama-Nya.
Kita pun bisa mengungkapkan segala isi hati kita lewat pujian. Di saat sedih, kita menyanyi. Di saat gembira, kita pun menyanyi. Itulah sebabnya orang menyebut agama Kristen sebagai agama yang penuh nyanyian. Bahkan, Martin Luther, Bapak Reformasi Gereja, pernah berkata: "Jika aku tidak berdoa, aku menyanyi".
Dengan menyanyi, kita pun dapat mendengarkan suara Tuhan dan mata kita dapat melihat kemuliaan-Nya yang sungguh nyata dalam kehidupan kita. Seringkali orang tidak cukup mampu mendengar dan melihat Tuhan karena hati mereka tertutup untuk menyanyi atau bermazmur bagi Tuhan. Melalui pujian, rasa syukur terus dapat dinyatakan kepada Tuhan. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak mata. Tuhan melihat hati manusia. Dengan nyanyian atau pujian, ada banyak persoalan menjadi lebih mudah untuk kita atasi. Bermazmurlah bagi Tuhan!
Refleksi:
Tuhan memenuhi hati kita dengan sukacita dan kita mengungkapkannya dalam pujian bagi-Nya.
Mzm. 92; Ams. 11:23-30; Mat. 13:10-17