Mazmur 141
Tetapi kepada-Mulah, ya Allah, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! (Mzm.141:8)
Apa yang dilakukan orang di dalam kapal ketika badai besar mengoncang-goncang kapalnya? Umumnya orang akan mencari pegangan. Makin kuat badainya, makin erat pegangannya. Demikian juga seorang anak yang berjalan bersama orangtuanya. Ketika angin kencang meniup mereka, sang anak akan berpegangan makin erat pada genggaman orangtuanya.
Daud pun mengalami banyak sekali goncangan dalam kehidupannya. Misalnya, ia dikejar-kejar untuk dibunuh oleh tentara Saul, anak-anaknya mati, Absalom mengkhianatinya, dan banyak peristiwa mengejutkan menimpa hidupnya. Goncangan yang banyak itu justru membuat Daud berlari mendekat kepada Allah. Itulah kehidupan iman yang matang yang dapat kita teladani dari Daud. Kesulitan yang datang bertubi-tubi justru tidak membuat Daud menjauh dari Allah, melainkan malah membuatnya datang mendekat dan berpegang makin teguh kepada Allah. Dengan lugas, Daud berseru kepada Allah dalam doanya, "Tetapi kepada-Mulah, ya Allah, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!" (Mzm.141:8).
Hidup kita juga tidak steril dari kesulitan, cobaan, bahkan penderitaan. Semoga semua hal itu justru makin membuat kita berpegang teguh kepada Allah dan tidak membuat kita justru menjauh dari kasih pemeliharaan Allah. Teladanilah Daud yang makin berpegang dan berpaut kepada Allah.
Refleksi:
Ketika badai kesulitan datang menerjang, berpeganglah makin kuat kepada Tuhan.
Mzm.141; Yeh.43:1-12; Mat.23:37 - 24:14