20 September 2019 / Renungan Harian

BERSEDIA MENEMPUH RISIKO


media

Mazmur 113

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur .... (Mzm. 113:7)

Wang Yue, anak perempuan usia dua tahun, tertabrak mobil pada 13 Oktober 2011 di pasar Foshan Guangdong, Tiongkok. Ia tergeletak sekarat di jalanan. Beberapa orang melintas di dekat tubuh mungilnya yang terkapar itu. Namun, mereka melewati Yue begitu saja, karena takut risiko tuntutan hukum atas kasus kecelakaan itu. Akhirnya, Chen Xian Mei, seorang pemulung tua melihat Wang Yue. Tanpa rasa takut, Xian Mei segera menolong Yue. Bukan risiko hukum yang ada di pikiran Xian Mei, tapi hidup Wang Yue yang butuh pertolongan.

Jika hanya kemuliaan yang mengatasi langit yang ada pada TUHAN, maka TUHAN tidak pernah bersedia menolong manusia yang hina dan yang miskin. Syukurlah, TUHAN itu Mahatinggi dan sekaligus Mahakasih. TUHAN tidak hanya diam di tempat yang tinggi, tetapi juga mau merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi, melihat manusia yang hina, miskin, dan membutuhkan keselamatan. Bukan hanya melihat, Dia juga bersedia menempuh risiko untuk menolong. Pemazmur 113 ini mengungkapkan hal itu dengan hebat, “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur ....” Kita bisa membayangkan TUHAN Penolong adalah Dia yang mau berdebu dan berlumpur.

Kalau TUHAN mau berbuat seperti itu, bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan gereja? Bukankah kita dan gereja seharusnya mau berdebu dan berlumpur demi karya keselamatan Allah bagi dunia?

REFLEKSI: Kita merayakan anugerah keselamatan dari Allah di tengah kehidupan ini dengan bersedia menempuh risiko sebagai penolong bagi sesama.

Mzm. 113; Yeh. 22:17-31; Rm. 8:31-39

Latest ARTICLE