2 Tawarikh 34:22-33
Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN... (2Taw.34:31)
Kata "bebal" sering digunakan dalam Alkitab. Bebal berarti: sukar mengerti, tidak cepat menanggapi sesuatu, bodoh. Kebebalan tampak dalam diri seseorang yang tahu akan akibat dari perbuatannya, tetapi tidak segera mengubah dirinya supaya tidak terkena akibat tersebut.
Sekalipun masih muda, Raja Yosia tidak menjadi orang bebal. Sekalipun sebelumnya tidak mengerti tentang Tuhan karena para pendahulunya tidak setia kepada Tuhan, Yosia menemukan kitab Taurat, dan mencari tahu maknanya. Setelah mendapatkan maknanya dari Nabiah Hulda, Yosia tidak tinggal diam. Ia bertindak dengan cepat dan tepat. Ia tidak melanjutkan apa yang dilakukan oleh pendahulunya. Bersama seluruh rakyat yang dipimpinnya, ia segera berbalik kepada Tuhan. Tindakan berbalik itu dapat disebut sebagai pertobatan yang didasarkan pada iman.
Seseorang tidak bisa disebut beriman kepada Tuhan jika ia tidak bersedia berbalik dari tingkah lakunya yang tidak berkenan kepada Tuhan. Pertobatan adalah hal mendasar yang harus dilakukan. Menyadari kesalahan, mengubah cara hidup, lalu menjaga supaya tetap dalam cara hidup yang bersih, adalah wujud iman. Kalau kita terbiasa untuk tidak disiplin, bahkan cenderung koruptif, hal itu harus diubah supaya bangsa kita ikut berubah. Pertobatan tidak pernah hanya berlaku bagi diri sendiri. Saat dimulai oleh pribadi-pribadi yang sadar, sebuah bangsa pun akan berubah menjadi lebih baik.
Doa:
Tuhan, ajarlah kami dan bangsa kami untuk selalu sadar dan siap bertobat. Amin
Mzm.89:2-19; 2Taw.34:22-33; Ibr.11:17-28