Yeremia 18:18-23
Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku! (Yer. 18:19)
Curhat atau mencurahkan isi hati adalah kebutuhan setiap orang. Dengan mencurahkan isi hati, kita mengekspresikan diri. Selain itu, relasi yang terjalin sering kali menjadi lebih dekat jika kita saling menceritakan pengalaman dan permasalahan dalam hidup kita. Curhat bisa juga membawa kita pada sebuah diskusi mengenai suatu masalah sehingga kita menemukan solusinya. Manusia, baik perempuan maupun laki-laki, membutuhkan kawan curhat di dalam hidupnya.
Curhat juga dilakukan Yeremia kepada Tuhan. Ia mengatakan, "Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku!" Yeremia mencurahkan isi hatinya karena ia begitu tertekan. Yeremia diacuhkan umat bahkan hendak dibinasakan. Atas keadaan yang demikian itu, Yeremia mengadu dan memohon pertolongan Tuhan. Yeremia memohon agar Tuhan memperhatikannya. Pengaduan kepada Tuhan jauh lebih melegakan bagi Yeremia, apalagi ia sudah tidak dapat lagi mengadu kepada sesamanya.
Manusia diberi karunia untuk mengungkapkan isi hatinya baik kepada sesama maupun kepada Tuhan. Tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki perlu mencurahkan isi hatinya. Curahan hati akan membuat manusia lebih jujur dalam menyatakan diri. Tentunya, kita berharap masalah bisa terselesaikan atau setidaknya melegakan hati.
Doa:
Tuhan, dengarkanlah curahan hati kami. Amin
Mzm. 69:8-11[12-16]17-19; Yer. 18:18-23; Kis. 5:17-26