12 July 2019 / Renungan Harian

DARI PENJARA MENJADI PENGUASA


media

DARI PENJARA MENJADI PENGUASA
Kejadian 41:37-49

Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (Kej. 41:38)

Nelson Mandela adalah sosok yang tak asing di telinga kita. Pejuang anti politik apartheid ini sempat dipenjarakan karena kegigihannya menentang diskriminasi kulit hitam. Namun, yang luar biasa, penjara itu justru mempersiapkan Mandela menjadi seorang presiden Afrika Selatan dan tokoh perdamaian.

Jauh sebelum Mandela, Yusuf pernah mengalami hal serupa. Ia dibuang oleh saudara-saudaranya sendiri ke dalam sumur, lalu dijual kepada orang Midian; jalan hidup yang mengantarnya menuju Mesir. Bertumbuh dewasa, Yusuf dijebak oleh istri Potifar yang birahi kepadanya, lantas ia dimasukkan ke dalam penjara. Akan tetapi, Roh Allah selalu menyertainya. Ia tumbuh dengan kebijaksanaan. Pengetahuan yang diberikan Tuhan memampukannya menafsirkan mimpi Firaun. Rupanya pengetahuan itu yang diperlukan untuk mencegah bahaya kelaparan yang mengancam Mesir. Lewat jalan yang berliku, ia keluar dari balik jeruji, dan menjadi seorang penguasa yang mengatur ekonomi dan kesejahteraan Mesir dan bangsa lain.

Penjara yang menjadi simbol kesulitan dan kengerian hidup, yang dialami Yusuf dan Mandela justru menjadi jalan yang mempersiapkan mereka untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Mereka tidak hanya mampu melewati luka dan trauma yang mereka rasakan, tetapi mereka pun membantu orang lain mengobati luka dan mengantisipasi masa depan. Apa rahasianya? Mereka membuka hati bagi hidupnya kasih sejati.

REFLEKSI:

Kita tidak tahu mengapa Tuhan “mengizinkan” sesuatu yang buruk terjadi, namun Ia bisa mengubahnya untuk mendatangkan kebaikan.

Mzm. 25:1-10; Kej. 41:37-49; Kis. 7:9-16

Latest ARTICLE