22 September 2022 / Renungan Harian

GEREJA HIDUP KARENA PERSEMBAHAN KRISTUS


media

Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

(2Kor. 8:9)

Ada pendapat bahwa gereja hidup dari persembahan jemaat. Walaupun kedengarannya logis, tetapi pendapat ini tidak teologis dan alkitabiah. Sebab, yang benar adalah gereja hidup dan bertumbuh karena persembahan Kristus. Karena pemberian diri Kristus, maka kita dilepaskan dari pementingan diri dan dosa-dosa kita. Karena kerelaan dan solidaritas kasih-Nya sajalah, maka kita kemudian dikuatkan untuk menjadi peduli dan berbagi; hidup dan bertumbuh.

Rasul Paulus mengingatkan Jemaat Korintus akan komitmen mereka dalam memberi persembahan bagi Gereja di Yerusalem yang miskin. Juga, mengungkapkan bahwa jemaat-jemaat lain, yang keadaan keuangannya lebih minim dari Jemaat Korintus, sudah memberikan. Namun, terutama sekali Paulus mengingatkan mereka kepada kasih Tuhan Yesus yang sudi mempersembahkan tubuh, darah, dan nyawa-Nya demi keselamatan Gereja-Nya. Paulus berharap kerelaan Kristus mencerahkan dan menggugah Jemaat Korintus untuk tetap peduli dalam merawat kebersamaan kasih di antara sesama gereja Tuhan.

Apa yang Paulus ungkapkan ini menjadi alasan yang jelas mengapa kita memberikan persembahan. Kita memberi karena kita sudah menerima. Apa yang kita berikan melalui persembahan diri, waktu, tenaga dan uang menjadi bentuk kesediaan kita melanjutkan kasih yang sudah kita terima dari Allah kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

REFLEKSI:

Apa yang menjadi alasan kita sewaktu memberikan persembahan?

Mzm. 91:1-6, 14-16; Yer. 23:9-22; 2Kor. 8:8-15