21 June 2019 / Renungan Harian

HADIRLAH!


media

Galatia 3:15-22

Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. (Gal. 3:22)

Gisella Borrowka adalah seorang suster dari Jerman yang mengabdikan hidupnya untuk penderita kusta di Indonesia. Ia dikenal dengan sebutan Mama Putih. Ia rela meninggalkan kehidupannya yang mapan di Jerman dan menuju Lembata, Flores Timur untuk merawat para penderita kusta. Mama Putih berkata, “Penyakit kusta bisa disembuhkan. Biarlah mereka hidup bersama kita, karena mereka juga citra Allah. Jangan lukai hati mereka, karena mereka telah terluka. Orang-orang kusta tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati.” Sebuah artikel mencatat, kerelaannya mendampingi penderita kusta, membuat keluarga penderita belajar menerima anggota keluarga mereka dengan baik.

Dalam Surat Galatia, Paulus menjelaskan kaitan Taurat dan janji Allah dalam Kristus. Taurat diberikan sebagai buku panduan yang membimbing umat mengusahakan hidup yang siap menyambut Kristus (ay. 22). Kehidupan yang mengatur relasi umat dengan Tuhan dan sesamanya. Pada saatnya Kristus datang meneguhkan segala sesuatu yang kita imani. Keselamatan pada akhirnya bukan saja dirasakan, melainkan terpancarkan di dalam kehidupan.

Menekuni firman Tuhan, bukanlah sekadar agar kita tidak jatuh lagi dalam dosa. Iman kepada Kristus seharusnya memberi kita dorongan untuk hidup dengan kuasa dan kekuatan yang menyelamatkan. Mama Putih telah memberikan contoh. Ia menyelamatkan para penderita kusta dari perasaan terbuang. Saudara-saudara juga dapat melakukannya dengan menjadipenyemangat, penghibur dan penguat bagi orang lain.

DOA: Allah Bapa yang penuh kasih karunia, ajarlah dan mampukanlah kami memancarkan karya keselamatan-Mu. Amin.

Mzm. 22:20-29; Yes. 57:1-13; Gal. 3:15-22

Latest ARTICLE