15 June 2019 / Renungan Harian

HIDUP ADALAH MISI ALLAH


media

Lukas 2:41-52

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk. 2:49)

Dalam sebuah kunjungan, saya bertanya kepada seorang ibu tua yang tinggal sendirian, “Kamar siapa ini?” Dengan tersenyum ia menjawab, “Kamar anakku. Kalau-kalau ia pulang, kamar ini sudah siap pakai.” Tak lama kami bicara, ia berkata, “Sudah waktunya, saya harus pergi. Tukang becak sudah menunggu.” Diam-diam, saya mengikutinya. Ia berhenti di sebuah jembatan. Sambil membawa bungkusan, ia turun ke bawah jembatan. Kemudian, bersama dengan dua ibu lainnya, ia mulai memasak. Setelah selesai, datanglah beberapa bapak berpakaian lusuh dengan barang-barang rongsok. Juga anak-anak berlarian mendekat. Setelah hari itu saya tahu bahwa ibu tua itu selalu memasak makan siang buat para tunawisma. Hidupnya ia abdikan bagi sesamanya.

Dalam perjalanan pulang dari perayaan Paskah di Yerusalem, tanpa disadari Yesus sudah tidak bersama orang tua-Nya. Akhirnya mereka kembali ke Yerusalem dan mendapati Yesus berada dalam Bait Allah sedang bertanya jawab dengan alim ulama. Saat ibu-Nya menyatakan kecemasannya, Yesus menjawab “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (ay. 49). Jawaban Yesus merupakan pernyataan bahwa hidupnya adalah sebuah misi Allah. Yesus mulai mengajar, menyembuhkan orang sakit dan lainnya.

Orang percaya tidak hidup untuk dirinya sendiri, cita-cita dan harapan-harapan pribadinya semata. Hidupnya adalah sebuah misi Allah. Misi Allah itu bisa berbagai macam bentuknya, namun misi itu selalu menghadirkan kebaikan bagi orang lain.

DOA: Allah Bapa yang penuh kasih karunia, mampukan kami melakukan misi-Mu. Amin.

Mzm. 8; Ams. 4:1-9; Luk. 2:41-52

Latest ARTICLE