08 November 2016 / Renungan Harian

Hidup di Dalam Kasih


media

Hidup di Dalam Kasih

2 Yohanes 1:1-13

Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. (2Yoh.1:6)

Dalam kehidupan masyarakat kita, biasa terjadi bahwa anak yang nakal menimbulkan pertanyaan yang dikaitkan dengan orang tuanya: "Anak siapa tuh?" Demikian juga sebaliknya, anak dapat membuat orang tuanya dipuji orang dan memberikan makna besar bagi keluarga. Gagasan serupa terungkap dalam surat ini dan mau menjelaskan nilai hidup manusia yang terdalam: setiap anak Allah juga harus mengasihi sebagaimana Allah mengasihi.

Bagi orang Kristen, Identitas Allah adalah cinta kasih. Hal ini seharusnya menjadi identitas kita juga sebagaimana Allah yang adalah cinta kasih menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus, sang Anak yang telah mencintai manusia secara tuntas. Dalam mencintai manusia, Anak Allah menanggung risiko: ditolak, diperlakukan semena-mena, dihina, dan tidak dipahami. Namun, Ia tidak kehabisan inisiatif untuk mengasihi. Orang Kristen mempunyai identitas juga dalam hal ini. Oleh karena itu, di dalam kehidupan orang Kristen tidak semestinya terdapat sikap patah hati dalam mengasihi sesama.

Pokok ajaran inilah yang menjadi inti dalam Surat Yohanes yang Kedua. Lalu sekarang, bagaimana kita memelihara ajaran ini dalam kehidupan nyata kita? Ingatlah, "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. " (2 Yoh.1:9).

 


Refleksi:

Mengasihi sesama adalah mewujudkan rahmat Allah Bapa.

 

Mzm.123; Ayb.21:1, 17-34; 2Yoh.1:1-13

Latest ARTICLE