(Rut 1:16)
">
Rut 1:6-18
"...bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku..."(Rut 1:16)
Dalam buku Selamat Ribut Rukun, Andar Ismail menyitir pendapat umum bahwa Hawa adalah sosok perempuan beruntung. Mengapa? Istri Adam itu tidak mempunyai Ibu mertua. Kata orang, menantu perempuan sering konflik dengan ibu mertuanya. Sang mertua merasa menantunya tidak dapat meladeni anak lelakinya sebaik dirinya. Sebaliknya, banyak menantu perempuan merasa ibu mertuanya terlalu mencampuri urusan rumah tangganya.
Namun, anggapan itu tidak berlaku dalam diri Rut. Ketika Naomi meminta kedua menantu perempuannya, Rut dan Orpa, untuk meninggalkan dirinya dan kembali ke bangsa Moab, Rut bergeming. Ia tidak mau berpisah dari Naomi, bahkan ia berjanji: "Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" (ay.17).
Situasinya memang kritis. Naomi telah kehilangan suami dan kedua anaknya. Rut ditinggalkan suami tanpa anak. Baik Naomi maupun Rut tidak lagi mempunyai keturunan. Dalam pemahaman Naomi, Rut masih muda sehingga mudah mendapatkan keturunan dengan kembali ke negeri Moab. Permintaan Naomi dilandasi kasih yang besar kepada para menantunya.
Namun, Rut tidak mau meninggalkan Naomi. Imannya kepada Allah menyebabkan Rut tetap bertahan. Ia ingin merawat ibu mertuanya. Imannya kepada Allah memampukan sang menantu mengasihi ibu mertuanya tanpa syarat.
Doa:
Tuhan, biarlah iman kami kepadamu memampukan kami mengasihi sesama kami. Amin.
Mzm.146:5-10; Rut 1:6-18; 2Ptr.3:1-10