30 July 2019 / Renungan Harian

IMAN DAN PERBUATAN


media

IMAN DAN PERBUATAN
Roma 9:30 — 10:4

Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. (Rm. 10:4)

Konflik teologis antara iman dan perbuatan telah lama berlangsung. Hal ini terjadi sebab orang melihat iman dan perbuatan sebagai dua hal yang terpisah. Bagi orang Yahudi yang taat kepada hukum Taurat perbuatan adalah keutamaan. Namun, bagi orang yang sudah lahir baru seperti Paulus imanlah yang menyelamatkan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, keselamatan oleh iman begitu ditekankan Paulus. Namun, apakah dengan cara itu Paulus meremehkan perbuatan yang sesuai dengan Taurat? Tidak! Ia malah mengapresiasi kesungguhan orang Yahudi melakukan Taurat (ay. 2). Lebih jauh, Paulus menempatkan Taurat dalam perspektif Yesus, bahwa Yesus adalah kegenapan hukum Taurat. Ia telah melakukan Taurat secara utuh, dan oleh anugerah Allah di dalam diri-Nya apa yang Yesus sudah lakukan itu diperhitungkan bagi orang-orang percaya. Karena itu, pengikut Yesus melakukan Taurat bukan demi mengejar keselamatan, melainkan mengikuti teladan Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Iman kepada Yesuslah yang menyelamatkan.

Iman dan perbuatan tidak boleh dipisahkan, apalagi dipertentangkan. Kita perlu belajar secara sungguh-sungguh melakukan Taurat seperti orang Yahudi. Namun, bukan sebagai tameng, atau pencitraan demi mencari pemuliaan diri. Kita juga mesti serius memperlihatkan iman kepada Yesus Kristus seperti Paulus. Perbuatan kita haruslah menjadi cerminan iman kita, sebab iman dan perbuatan itu satu.

REFLEKSI:

Iman membuat kita belajar memercayakan hidup kepada Allah, dan perbuatan meyakinkan orang tentang siapa yang kita percaya.

Mzm. 55:17-24; Est. 6:1—7:6; Rm. 9:30—10:4

Latest ARTICLE