29 March 2019 / Renungan Harian

Jangan Terpaksa Atau Dipaksa


media

JANGAN TERPAKSA ATAU DIPAKSA
Mazmur 32

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Mzm. 32:8)

Perangkat CCTV (Closed Circuit Televison) tidak asing kita jumpai di banyak tempat. Perangkat ini memonitor gerak-gerik dan suara sebuah lokasi demi alasan keamanan dan pemantauan jarak jauh. Banyak orang merasa terbantu dengan perangkat ini, sebab kasus kejahatan menjadi mudah terungkap dan pelaku kejahatan lebih berpikir panjang untuk menjalankan aksinya jika menyadari keberadaan CCTV.

Sahabat saya pernah berkelakar bahwa di hadapan Allah kita tidak pernah lepas dari ‘CCTV-Nya.’ Kelakuan apa pun terpantau dan terekam. Lalu saat kita kedapatan bersalah di hadapan-Nya, apakah yang Allah lakukan? Apakah yang menjadi tanggapan kita setelah menyadari bahwa Allah mengetahui kejahatan kita?

Daud menyampaikan pengajaran melalui mazmur ini. Allah mengampuni orang yang dengan sadar dan tulus menyesali dosa-dosanya. Allah adalah kasih. Pengampunan adalah salah satu bentuk nyata dari kasih-Nya. Mengakui dosa-dosa berarti mengakui bahwa yang Allah nasihatkan itu benar dan kita telah melakukan kebodohan dengan menyangkali kebenaran melalui tindakan yang jahat. Allah menghendaki kita rela dibimbing oleh hikmat-Nya, ketimbang dipaksa seperti kuda atau bagal yang kegarangannya harus dikendalikan oleh tali kekang.

Mari dengarkan pengajaran dan nasihat Allah. Tempuhlah jalan damai sejahtera-Nya. Jangan menempuh jalan yang berakhir pada kebinasaan.


 REFLEKSI:

Bersedia mengakui, dinasihati dan dibentuk oleh Allah saat melakukan pelanggaran dosa.

Mzm. 32; Yos. 4:14-24; 2Kor. 5:6-15

Latest ARTICLE