(Luk.18:17)
Lukas 18:15-17
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." (Luk.18:17)
Seorang anak duduk berjam-jam di pekarangan rumahnya. Rupanya ia sedang mengamati rombongan semut yang keluar masuk ke dalam sebuah lubang. Ia begitu tertarik dengan hal yang bagi orang dewasa adalah hal biasa. Bagi anak-anak, alam ini penuh pesona. Banyak hal yang menarik dan mengagumkan bagi mereka. Kemampuan untuk kagum, takjub, atau terpesona adalah salah satu kemampuan khas yang dimiliki oleh anak-anak.
Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang seperti anak-anak kecillah yang memiliki Kerajaan Allah. Mereka adalah orang yang masih tetap memiliki kemampuan untuk kagum akan karya Allah. Rasa kagum dapat menambah kesegaran dan gairah hidup sehari-hari dan juga menolong manusia untuk mengarahkan hidupnya kepada Sang Pencipta. Menurut Romo Alex Dirdja, SJ., ada tiga hal yang dapat menumpulkan rasa kagum. Pertama, merasa sudah tahu; sikap batin ini tercermin dengan ungkapan "Hidup ini tak mengandung surprise apa pun lagi bagiku. Aku sudah hafal." Kedua, merasa diburu oleh pekerjaan sehingga waktu luang makin menyempit, padahal waktu luang adalah rahmat untuk menyegarkan kekuatan demi kembali mengamati dan menikmati kehidupan. Ketiga, kemampuan untuk kagum menjadi tumpul jika orang mengidap luka batin berkepanjangan yang tidak diobati.
Kita perlu merenungkan: masihkah kita seperti anak-anak kecil yang memelihara rasa kagum akan karya Allah?
Refleksi:
Albert Einstein berkata, "Orang yang tidak mampu terpukau dalam ketakjuban, ia praktis sudah mati."
Mzm.46; Yer.22:18-30; Luk.18:15-17