Lukas 1:46-55
"Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku..." (Luk.1:46-47)
Dalam Injil Lukas, ada tiga kidung, yaitu Kidung Zakharia (Benedictus; Luk. 1:68-79), Kidung Maria (Magnificat; Luk.1:46-55), dan Kidung Simeon (Nunc Dimittis; Luk.2:29-32). Dalam kesempatan ini, mari kita soroti apa yang termuat dalam kidung Maria.
Kita dapat membayangkan sejenak apa kiranya yang ada di dalam hati dan pikiran Maria setelah melakukan perjalanan jauh dari Nazaret ke pegunungan tinggi Yudea. Sekalipun lelah, Maria diliputi sukacita dan syukur. Wujud kesetiaannya kepada Allah diungkapkannya dalam kata-kata pujian dengan sikap rendah hati. "Jiwaku memuliakan Tuhan" (ay.46). Jiwa adalah pusat dari keseluruhan kehidupan seseorang. Artinya, seluruh kehidupan Maria adalah untuk memuliakan Tuhan. Maria sadar bahwa Allah sangat memperhatikan dirinya yang rendah. Kelahiran Mesias dari keturunan Daud itu pasti didambakan semua orang Israel. Semua perempuan berharap Mesias lahir dari rahimnya dan ternyata Allah telah memilih Maria sebagai jalan Sang Mesias ke dalam dunia ini. Maria menyadari bahwa ia dipilih bukan karena kebaikannya, melainkan karena rahmat dan kasih karunia Allah semata-mata.
Selalu ada alasan bagi setiap orang untuk memuliakan Tuhan. Bila Maria memuliakan Tuhan karena Tuhan memakai rahimnya untuk melahirkan Sang Mesias, apakah alasan kita untuk memuliakan Tuhan? Kita pasti memiliki alasan masing-masing untuk memuliakan Tuhan. Apa alasan anda?
Doa:
Tuhan, hati kami melimpah dengan syukur atas segala perbuatan-Mu yang ajaib. Amin.
Mzm.84:2-8; Yer.14:1-6; Luk.1:46-55