23 September 2022 / Renungan Harian

KITA DICIPTAKAN DALAM KRISTUS UNTUK BERBUAT BAIK


media

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

(Ef. 2:10)

“Ya ampun, baru dipakai sekali sudah sobek,” demikian keluh seorang remaja kepada temannya. “Memang kamu beli di mana baju itu?” tanya temannya. “Di marketplace,” jawabnya. “Buatan mana?” tanya temannya lagi. “Aduh enggak jelas sih buatan mana, tetapi rasanya bukan buatan produsen yang baik. Soalnya, bahannya tipis, terus jahitannya ngasal begitu,” terang si remaja. “Wah, pantesan. Lain kali pilih yang betul, ya,” nasihat temannya.

Bagian surat untuk Jemaat Efesus yang kita baca ini, mengingatkan kita akan panggilan hidup sebagai pengikut Kristus. Kerinduan kita ialah hidup bersama Allah selamanya. Terkait hal yang penting ini, Allah melakukan misi-Nya menyelamatkan kita melalui Kristus. Namun, kita bukan hanya diselamatkan. Kita yang adalah buatan-Nya ini, diciptakan kembali dalam Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, seperti yang Allah kehendaki. Akan tiba saatnya kita beristirahat dari pekerjaan-pekerjaan itu, dan karena anugerah-Nya, kita akan menikmati kebersamaan dengan Allah selamanya.

Allah mengizinkan kita lahir di dunia ini karena ada tujuan yang hendak dilakukan-Nya melalui kehadiran kita. Dengan mengikuti apa yang diajarkan Kristus, maka pikiran, perkataan, dan tindakan kita tidak lagi dikuasai hawa nafsu dan kehendak kedagingan. Oleh kekuatan Roh Kudus, apa yang kita kerjakan sehari-hari menjadi sarana dan kesempatan bagi kita untuk juga melanjutkan kebaikan Allah bagi sesama dan bagi dunia ini.

REFLEKSI:

Perbuatan baik apa yang akan kita lakukan setelah menerima kasih karunia Allah melalui Kristus?

Mzm. 91:1-6, 14-16; Yer. 23:23-32; Ef. 2:1-10