Kejadian 12:1-9
Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya... (Kej. 12:4)
Para murid pertama Yesus tidak bertanya, "Seperti apa sih menjadi penjala manusia itu?" atau "Dari mana kami akan mendapat penghidupan?" Demikian pula halnya dengan Abram ketika Ia dipanggil Allah untuk pergi dari kampung halamannya. Abram tidak bertanya kampung atau negeri mana yang akan ditujunya. Bagaimana pula tentang jaminan kehidupannya? Usia 75 tahun tentu bukan usia ideal untuk memulai pengembaraan. Bukankah ia sudah mapan hidup bersama istri dan kaum kerabatnya di Haran?
Tampaknya suara panggilan Tuhan lebih kuat ketimbang pertimbangan kehidupan yang sudah aman dan nyaman. Dengan bermodal janji Tuhan, lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Abram membawa istrinya, keponakannya, serta harta miliknya.
Bisa jadi pada saat Anda membaca renungan ini, Tuhan sedang membimbing Anda pada sebuah panggilan pelayanan tertentu. Menjadi penyambut tamu atau tim pelawatan di gereja misalnya. Tuhan ingin Anda melayani Dia untuk menjadi berkat bagi sesama. Adakah yang memberatkan panggilan-Nya itu? Mungkinkah Anda berpikir bahwa hal ini nantinya akan merepotkan sebab ada waktu yang tersita dan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk pelayanan itu? Memenuhi panggilan Tuhan pasti tidak mudah. Abram dan murid-murid Yesus contohnya. Mereka jatuh bangun, tetapi pada akhirnya mereka memperoleh janji Tuhan itu!
Refleksi:
Janji Tuhan pasti digenapi. Namun, bagaimanakah kita hidup memenuhi janji-Nya itu?
Mzm. 46; Kej. 12:1-9; 1Kor. 7:17-24