21 June 2017 / Renungan Harian

Mendidik Anak


media

Mendidik Anak

Amsal 4:10-27

Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. (Ams. 4:10-11)

Like Father like son - `sebagaimana ayah, demikianlah anak laki-lakinya`. Ungkapan itu ingin mengatakan bahwa kepribadian anak laki-laki sering kali sangat mirip dengan kepribadian ayahnya. Hal itu bisa terjadi karena sejak kecil anak laki-laki meniru ayahnya atau diajar oleh ayahnya. Demikian juga sebaliknya, sebagaimana ibu, demikianlah anak perempuannya.

Penulis Amsal memberikan tuntunan bagaimana menjadi bijak dalam kehidupan ini. "Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus." Nasihat itu diberikan oleh ayah sebagai guru dalam keluarga. Anak harus mendengarkan dan menerima ajaran dari ayahnya. Menghormati ayah akan menjadikan anak menerima berkat Tuhan dan berusia panjang. Demikian pula, hikmat Tuhan juga diajarkan kepada si anak. Hikmat Tuhan akan menjadikan anak hidup di jalan kebenaran. Mengapa peran ayah begitu kuat dalam pendidikan anak di keluarga Yahudi? Karena latar belakang budaya patriarki memang memberi hak dan tanggung jawab pengajaran kepada pihak ayah. Dalam budaya masa kini, hak dan tanggung jawab itu diemban kedua orangtua.

Betapa indah menjadi bijak karena pengajaran orangtua. Orangtua sebagai guru dalam keluarga harus memberi bekal bagi anaknya untuk kehidupan di masa selanjutnya.

 


Doa:

Terima kasih, Tuhan, untuk didikan dan hikmat yang sudah kami terima dari orangtua kami. Amin

 

Mzm. 105:1-11, 37-45; Ams. 4:10-27; Luk. 6:12-19

Latest ARTICLE