1 Yohanes 1:3-10
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1Yoh. 1:9)
Dalam tata kebaktian, ada ritus pengakuan dosa. Namun, ritus ini seringkali dikerjakan dengan terburu-buru. Pemimpin kebaktian kurang sabar dalam mengerjakan ritus ini. Betapa sedikitnya waktu yang disediakan oleh sang pemimpin supaya umat bisa memeriksa batinnya. Bagaimana mengatasi hal ini?
Pemeriksaan batin tiap hari sangat dianjurkan. Dengan pemeriksaan batin harian, banyak kesempatan tersedia untuk mengaku dosa. Paling baik, memeriksa batin dilakukan sebelum tidur. Dengan batin yang terperiksa, harapannya pergi tidur pun dengan hati yang tenang. Yohanes menegaskan bila kita mengaku dosa, Tuhan kita adalah setia dan adil. Kita pun mendapat berkat pengampunan dan rahmat penyucian, rahmat yang menjauhkan kita dari segala macam kejahatan. Lantas, bagaimana pemeriksaan batin dan pengakuan dosa ini dilakukan?
Sebaiknya kita menyadari bahwa kita begitu lemah dalam mengendalikan hawa nafsu dan panca indra. Kita mudah tertarik kepada hal-hal yang mendatangkan kenikmatan jasmaniah dan kesukaan hati. Begitu suka kemalasan hingga malas mengerjakan hal-hal yang baik. Inginnya cepat-cepat istirahat tetapi lambat untuk bekerja. Betapa cepat kita marah dan menyakiti hati orang lain. Bergegas menghakimi orang lain dengan keras mencela pula. Setelah kita mengakui semua dosa kita, hendaknya segera dibangun niat yang kuat untuk memperbaiki hidup demi kemuliaan Allah.
DOA:
Tuhan, ajar kami untuk menyadari dosa kami dan hidup dalam pertobatan. Amin.
Mzm. 25:1-10; Dan. 9:1-14; 1Yoh. 1:3-10