01 May 2019 / Renungan Harian

MENGAKUI TUHAN


media

MENGAKUI TUHAN
Lukas 12:4-12

“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.” (Luk. 12:8)

Banyak orang Kristen yang bertanya mengapa hidup mereka tetap saja menderita, padahal Tuhan berjanji bahwa Ia akan memberkati para pengikut-Nya?

Pertanyaan semacam itu timbul, karena semua orang di dunia ini mengharapkan hidup yang penuh kebahagiaan, bukan menderita. Persoalan terjadi ketika kriteria yang kita gunakan untuk mengukur kebahagiaan adalah dengan menilai berapa besar selisih antara sukacita dan dukacita dalam kehidupan. Jika sukacita yang dialami seseorang dalam hidupnya melebihi dukacitanya, maka orang tersebut kita anggap bahagia. Sebaliknya, jika sukacita yang dialaminya jauh di bawah dukacitanya, maka kita pun menganggap orang tersebut tidak bahagia.

Kriteria semacam itu menyesatkan, sebab ada banyak orang yang bisa berbahagia meskipun sukacita dalam hidupnya bisa jadi lebih sedikit dibanding dukacitanya. Bagi orang-orang ini, kebahagiaan tidak dilihat berdasarkan selisih antara sukacita dan dukacita dalam hidup mereka, melainkan pengakuan mereka atas kedaulatan Tuhan.

Orang yang bisa mengakui kedaulatan Tuhan lebih mampu merasakan kebahagiaan dalam hidupnya, terlepas dari sukacita dan dukacita yang dialaminya. Hubungan dengan Tuhan tidak dipahami sebagai hubungan transaksional, melihat untung rugi seperti dalam perdagangan, tetapi hubungan di mana mereka mampu memercayakan hidupnya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan. Tuhan pun mengakui mereka.

REFLEKSI:

Jangan menghitung-hitung selisih antara sukacita dan dukacita dalam hidup kita, karena membuat kita sulit mengakui kedaulatan Tuhan.

Mzm. 122; Est. 9:1-5, 18-23; Luk. 12:4-12

Latest ARTICLE