07 August 2021 / Renungan Harian

MENGECAP DAN MELIHAT KEBAIKAN TUHAN


media

Mazmur 34:2-9

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mzm. 34:9)

Mengecap suatu makanan dapat menyebabkan ekspresi tertentu pada wajah kita. Mengecap makanan kecut dapat menyebabkan ekspresi wajah kita jelek karena kita terkejut atau tidak suka dengan rasa kecut itu. Demikianlah tubuh kita bereaksi terhadap makanan dan minuman kecut atau masam. Makin kecut dan masam, makin jelek atau aneh ekspresi yang ditunjukkan oleh wajah kita.

Pemazmur Daud menyatakan ekspresinya setelah dia mengecap dan melihat kebaikan Tuhan. Pemazmur mengalami keselamatan dari marabahaya. Oleh karena itu, Pemazmur ingin memuji Tuhan selamanya (ay. 2). Wajahnya menjadi berseri-seri karena sukacita yang tak mudah diganti (ay. 6). Kata Pemazmur, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” Mengecap dan melihat kebaikan Tuhan sungguh membuat Pemazmur bergairah dalam hidup. Ada energi yang terpancar dari diri, energi sukacita yang memberdayakan hidup. Ada perasaan bahagia meluap ketika mengecap dan melihat kebaikan Tuhan.

Pada dasarnya, kebaikan Tuhan itu melimpah ruah di ruang dan waktu hidup kita. Jika kita dapat mengecap dan melihat kebaikan Tuhan, maka sungguh hidup kita akan berubah. Walaupun kesusahan tetap terjadi dalam hidup kita, kita percaya, Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Jadi, tunggu apa lagi? Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan!

DOA:

Ya Allah, aku ingin mengecap dan melihat kebaikan-Mu di sepanjang hidupku agar aku tetap berdaya demi kemuliaan-Mu. Amin.

Mzm. 34:2-9; 1Raj. 2:1-9; Mat. 7:7-11

Latest ARTICLE