20 October 2018 / Renungan Harian

Menjadi Orang Besar


media

Menjadi Orang Besar
Lukas 22:24-30

Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.” (Luk. 22:26)

Florence Nightingale adalah perempuan Inggris kelahiran Florence, Italia tahun 1820. Ia lahir dari keluarga berada, namun mau belajar tentang keperawatan sekalipun ditentang oleh keluarganya. Ia satu-satunya orang yang mengajukan diri untuk merawat para tentara yang terluka pada saat perang Inggris bersama Perancis melawan Rusia. Ia dijuluki “bidadari berlampu”, karena ia memaksa para tentara untuk menemaninya memeriksa para korban perang di semenanjung Krimea dengan lampu untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

Menjadi orang besar, memiliki kekuasaan dan diakui oleh orang lain merupakan impian banyak orang. Keinginan tersebut terdapat pula pada murid-murid, bahkan sampai menimbulkan pertengkaran di antara mereka. Tetapi Yesus memperingatkan para murid bahwa menjadi yang besar dan pemimpin bukanlah untuk menguasai, melainkan yang terbesar menjadi yang paling muda dan pemimpin yang melayani.

Sejarah mencatat, mereka yang namanya besar dan dikenang oleh banyak orang adalah mereka yang mau merendahkan diri dan bersedia melayani dan memuliakan orang lain. Pandangan ini berlawanan dengan dunia pada umumnya bahwa seseorang menjadi besar jika ia meninggikan diri. Kata-kata Yesus sudah dibuktikan oleh banyak orang. Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau meninggikan diri atau merendahkan diri.


DOA:
Tuhan, ajarlah dan ubahlah aku untuk berani merendahkan diri di hadapan-Mu dan sesama. Amin.

Mzm. 91:9-16; Yes. 47:10-15; Luk. 22:24-30

Latest ARTICLE