...Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Mat. 4:10)
">
Matius 4:1-11
"...Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (Mat. 4:10)
Hari Minggu bagi orang Kristen bermakna khusus. Menurut legenda, hari Minggu adalah hari Dewa Matahari. Istilah Sun-day dalam bahasa Inggris menjelaskan hal itu. Namun, ketika kekristenan mulai dikenal, muncullah kesadaran baru. Yesus Kristus dihayati sebagai matahari kehidupan. Kisah kebangkitan Tuhan pada hari Minggu menemukan makna yang makin relevan. Kegelapan maut telah dikalahkan oleh Cahaya yang tak terpadamkan. Penyembahan untuk Dewa Matahari pun diganti dengan perayaan untuk Tuhan Yesus, Sang Matahari Sejati. Hari minggu menjadi hari istimewa untuk menyembah Tuhan Allah yang hadir dalam terang Kristus.
Menyembah Tuhan Allah yang diperkenalkan sebagai "Bapa" oleh Kristus merupakan hal yang utama. Artinya, tidak tergantikan oleh apa pun dan siapa pun. Tipu muslihat Iblis yang hendak memalingkan manusia dari Tuhan Allah haris ditentang habis-habisan. Sikap hati yang memuja perut dan gemar mencobai Tuhan juga harus dilawan. Hal ini bisa diatasi bila hati kita selalu mengarah kepada Allah seperti yang diteladankan Kristus.
Keteladanan Kristus tampak dalam ketegasan yang tidak berkompromi dengan kejahatan. Orang yang tidak berkompromi dengan kejahatan adalah orang yang mendapatkan rahmat menyembah Allah. Penyembahan itu pun dilakukan dengan sikap cinta dan bakti yang tinggi.
DOA:
Tuhan, kami ingin menyembah-Mu bukan hanya di hari Minggu, melainkan di sepanjang hidup kami. Amin.
Mzm. 77; Ams. 30:1-9; Mat. 4:1-11