. (Luk. 1:64)
">
Namanya Yohanes
Lukas 1:57-66
"Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah". (Luk. 1:64)
Beranikah Anda mengatakan sesuatu yang benar, sekalipun berbeda pendapat dengan keluarga besar Anda? Bersediakah Anda taat pada firman Tuhan, sekalipun tradisi dan adat mengajarkan hal yang berbeda? Apakah jawab Anda? Secara teori, mudah untuk berkata kita berani dan bersedia, bukan? Tetapi, dalam kenyataannya, tak mudah untuk taat pada firman Tuhan di tengah keluarga yang tak mendukung kita.
Elisabet dan Zakharia mengalaminya. Tetangga dan sanak keluarga Elisabet datang hendak menamakan bayi itu: Zakharia, sesuai nama keluarga. Dalam tradisi Yahudi, seorang bayi mendapatkan namanya pada hari penyunatan (bdk. Im. 12), nama yang diberikan tentu sesuai dengan nama keluarga. Tetapi, Elisabet berkata “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Di sini, Elisabet menunjukkan sikap bersedia mendengar apa yang Tuhan sampaikan kepada keluarga mereka, dan berusaha untuk menaatinya. Elisabet dan Zakharia taat kepada perintah Tuhan dengan tetap memberikan nama Yohanes (bdk. Luk. 1:13) kepada anak mereka.
Demikian pula dalam kehidupan kita, bukan? Ada kalanya Tuhan memberikan hikmat agar kita melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasa kita lakukan. Saat itu terjadi, maka kita sedang diajar untuk mampu bersikap kritis terhadap kehidupan yang kita jalani, sambil membuka diri untuk belajar dari pengalaman baru yang Tuhan berikan.
DOA:
Tuhan, berikan kami sikap yang kritis terhadap tradisi dan adat yang kami miliki. Amin.
Yes. 12:2-6; Am. 9:8-15; Luk. 1:57-66