(1Kor.10:23)

">


15 November 2016 / Renungan Harian

Orang Bebas


media

Orang Bebas

1 Korintus 10:23 - 11:1

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (1Kor.10:23)

Bayangkan seorang yang kedua tangannya dirantai dan kedua kakinya dipasung balok kayu. Betapa tersiksa dan terbatas hidupnya. Kemudian, ketika ia bisa lepas dari belenggu-belenggu itu, bagaimana perasaannya? Pasti ia merasa gembira karena kebebasan yang diperolehnya.

Bagi orang Kristen, kehidupan berarti juga mengalami kegembiraan karena hidup dalam kebebasan. Karya Tuhan Yesus di kayu salib membuat kita bebas dari cengkeraman dosa dan maut, sekaligus bebas untuk melakukan berbagai kebaikan. Sebagaimana dikatakan oleh Paulus: "segala sesuatu diperbolehkan" (ay.23). Hal itu seperti sebuah kehidupan yang tanpa larangan dan tanpa pantangan. Namun, di tengah kebebasan atau kemerdekaan yang Tuhan sediakan, orang percaya diingatkan untuk tetap hidup dalam kebebasan yang bertanggung jawab. Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat sehingga jangan sampai kebebasan kita justru menjadi batu sandungan bagi sesama. Dalam kerangka itulah Paulus mengingatkan ukuran atau tanggung jawab dalam kebebasan kita, "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (1 Kor.10:23).

Mengupayakan kehidupan yang berguna dan membangun adalah bentuk tanggung jawab dalam kebebasan dan kegembiraan hidup.

 


Refleksi:

Hidup orang percaya menggembirakan karena diberi kebebasan yang dapat membangun kehidupan.

 

Mzm.141; Yeh.39:21 - 40:4; 1Kor.10:23 - 11:1

Latest ARTICLE