17 June 2020 / Renungan Harian

PANGGILAN PELAYAN


media

Lukas 6:12-19

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul .... (Luk. 6:13)

Ini aku, utus aku! Kudengar Engkau memanggilku. Utus aku; tuntun aku, ‘Ku prihatin akan umat-Mu. Ini adalah refrein lagu “Aku Tuhan Semesta” (PKJ 177). Syair lagu ini mengungkapkan kesediaan kita dipanggil oleh Tuhan untuk diutus melayani umat-Nya.

Pemanggilan ini yang juga dikisahkan di dalam bacaan kita. Dari sekian banyak orang, Tuhan memilih 12 orang dari antaranya dan menetapkan mereka menjadi rasul. Tidak dituliskan apa keistimewaan mereka masing-masing sehingga Tuhan Yesus memilih mereka menjadi rasul. Yang dicatat Injil ialah mereka yang terpilih itu sangat beragam latar belakangnya, ada nelayan, ada pemungut cukai, dan sebagainya. Injil juga mencatat bahwa mereka yang terpanggil itu bersedia menjadi murid Tuhan Yesus dan melayani bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

Beberapa anak muda sembari bercanda membuat satu gubahan dari lagu PKJ 177 menjadi: “Ini aku, utus dia,” lalu menunjuk temannya. Kami tertawa mendengar lagu yang diubah itu. Namun, bukankah candaan itu mencerminkan diri kita yang sebenarnya? Betapa kita lebih suka menunjuk orang lain daripada menunjuk diri sendiri untuk melayani Tuhan. Tuhan tidak melihat latar belakang kita, tetapi Tuhan melihat diri kita seutuhnya dan memanggil kita menjadi pelayan-Nya.

DOA:

Ini aku Tuhan, utus aku Tuhan untuk menjadi alat dalam tangan-Mu. Amin.

Mzm. 126; Neh. 9:1-8; Luk. 6:12-19

Latest ARTICLE