Rut 4:13-17
Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. (Rut.4:13)
Sesampai di Israel pun, kesulitan seakan tak mau beranjak dari kehidupan Naomi dan menantunya. Begitu miskinnya sehingga Rut, menantu perempuannya itu, harus memungut jelai gandum di belakang para penyabit di ladang. Namun, dalam keadaan seperti itu, kedua janda itu tetap percaya pada penyelenggaraan Ilahi.
Yang juga penting, mereka tidak ingin berpangku tangan. Naomii meminta Rut mendekati Boas. Naomi ingin melihat menantu perempuannya itu berbahagia. Meskipun Boas cukup kaya, motivasi mereka bukan harta. Naomi percaya akan ketulusan hati Rut yang rela meninggalkan Moab, bahkan menafkahi dirinya. Naomi ingin orang sebaik Rut berbahagia.Caranya: kawin dengan Boas yang memang sudah terbukti baik. Rut menaati usul Naomi. Ia percaya bahwa ibu mertuanya tidak akan menjerumuskannya. Ia juga percaya akan penyelenggaraan Ilahi selama ia berhati tulus. Kepercayaan itulah yang memungkinkan Rut mau menaati usul Naomi, yaitu melakukan pendekatan kepada Boas.
Rut agaknya tidak peduli apa kata orang. Ia lebih peduli apa kata Tuhan, yang sanggup melihat hati. Rut percaya Allah mengetahui kesejatian motivasinya. Tindakan Rut tidak sia-sia. Belasan abad kemudian namanya tertera dalam silsilah Yesus Kristus (Mat.1:5). Namanya tercatat sebagai nenek moyang Sang Juruselamat. Semua itu bertolak pada iman dan ketulusan hati perempuan Moab itu.
Doa:
Tuhan, mampukan kami untuk beriman dan bersikap tulus. Amin.
Mzm.146:5-10; Rut 4:13-17; 2Ptr.3:11-18