. (Yer. 36:23)

">


29 January 2019 / Renungan Harian

Peringatan Tuhan


media

Peringatan Tuhan
Yeremia 36:11-26

"Setiap kali apabila Yehudi selesai membacakan tiga empat lajur, maka raja mengoyak-ngoyaknya dengan pisau raut, lalu dilemparkan ke dalam api yang di perapian itu …". (Yer. 36:23)

Menerima dengan lapang dada sebuah peringatan untuk kebaikan kita, tidak mudah. Banyak cerita tentang anggota gereja yang pindah atau bahkan tidak lagi mau bergereja dan memusuhi pendetanya ketika teguran keras menimpanya. Alih-alih berterima kasih atas peringatan yang menyelamatkan, justru kebencian dan permusuhan yang ditebarkan.

Berita peringatan TUHAN akhirnya sampai kepada raja Yoyakim di musim dingin. Ia sama sekali bergeming. Gulungan kitab yang dibacakan Yehudi bin Netanya tidak membuatnya gemetar. Lembar demi lembar gulungan kitab itu dikoyakkan oleh pisau raut sang raja Yehuda itu. Firman itu menjadi santapan perapian yang menghangatkan tubuhnya. Bak peribahasa, “buruk rupa cermin dibelah.” Raja Yehuda bukan saja menolak peringatan TUHAN, lebih jauh dari itu, ia menghina Sang Pemberi pesan itu. Ia bahkan memerintahkan pangeran Yerahmeel, Seraya bin Azriel, dan Selemya bin Abdeel untuk menangkap Yeremia dan Barukh.

Sangat mungkin, kita adalah Yoyakim-Yoyakim masa kini. Tidak mau peduli dengan peringatan Tuhan. Alih-alih bersyukur ada sahabat, orang tua, sanak famili, guru, atau pendeta yang menegur tingkah laku yang keliru, kita malah marah dan memusuhinya. Ingatlah peringatan Tuhan dapat sampai kepada kita melalui siapa saja. Mereka yang terkadang menyakitkan justru merupakan alat di tangan Tuhan untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita!


 

REFLEKSI:

Berterimakasihlah selagi ada yang mengingatkan kita. Itu tandanya Tuhan masih menyayangi kita.

Mzm. 119:89-96; Yer. 36:11-26; 2Kor. 7:2-12

Latest ARTICLE