(Mzm.122:1)

">


26 November 2016 / Renungan Harian

Rindu Pada Rumah TUHAN


media

Rindu Pada Rumah Tuhan

Mazmur 122

Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." (Mzm.122:1)

Lagu "Semalam di Malaysia" memiliki syair yang menyentuh hati: "Aku pulang dari rantau/ bertahun-tahun di negeri orang, oh Malaysia." Syair itu menyentuh hati banyak orang, terutama mereka yang berada di tanah perantauan atau di negeri asing. Lagu itu mengungkapkan kerinduan seorang perantau pada tempat kelahiran dan tanah airnya.

Kerinduan yang sama umumnya juga dirasakan setiap orang yang berada di negeri asing. Mereka rindu pada kampung halaman atau rindu pada rumah. Kerinduan yang sama juga diungkapkan oleh Daud dalam Mazmur 122, tetapi kerinduannya bukan tertuju pada kampung halaman atau rumah, melainkan tertuju pada Rumah Tuhan di Yerusalem. Secara lebih khusus, kerinduan Daud bukan pertama-tama pada bangunannya, melainkan pada nilai-nilai yang harus diwujudkan dengan adanya bangunan suci itu. Nilai-nilai itu adalah: keadilan yang ditandai dengan kursi-kursi pengadilan (ay.5), kesejahteraan yang dapat dirasakan umat (ay.6-8), dan kebaikan (ay.9). Nilai-nilai itulah yang dirindukan oleh Pemazmur lebih dari sekadar bangunan.

Bangunan rumah Tuhan menyimbolkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat. Kehadiran-Nya nyata dengan nilai-nilai ilahi yang berlaku di tengah-tengah umat-Nya, yaitu keadilan, kesejahteraan, dan kebaikan. Kerinduan untuk menghadirkan nilai-nilai itulah yang akan senantiasa hadir dalam diri setiap orang yang berasal dari Allah.

 


Refleksi:

Rindu pada rumah Tuhan sejatinya adalah rindu pada Tuhan yang hadir dalam hidup kita.

 

Mzm.122; Kej.6:11-22; Mat.24:1-22

Latest ARTICLE