SAUDARA/I KRISTUS
Ibrani 2:10-18
… itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara …. (Ibr. 2:11)
Sekarang ini, orang-orang muda biasa menyapa rekan-rekannya dengan Bro dan Sis. Beberapa orang memodifikasinya dengan sapaan Mas Bro dan Mbak Sis. Sapaan tersebut memberi kesan kedekatan dan keakraban di antara mereka. Sapaan Bro dan Sis sebenarnya memiliki dasar teologis, sebagaimana disebutkan dalam kitab suci.
Menurut penulis surat Ibrani, Yesus tidak malu menyebut umat-Nya sebagai saudara-saudara-Nya (ay. 11). Alasannya, karena mereka semua berasal dari Satu, Allah Bapa di Sorga. Ya, Allah ibarat Bapak dan umat-Nya adalah anak-anak-Nya (ay. 13). Karena sedemikian cinta-Nya Allah di dalam Yesus, maka Ia mendamaikan umat manusia yang berdosa dengan diri-Nya sendiri yang menjadi Imam besar. Ia bukan sekadar Imam, tetapi Imam yang benar-benar mengalami pergumulan, pencobaan, kesulitan dan penderitaan manusia. Ia Imam yang menjadi sama dengan saudara-saudaranya (ay. 14-17). Justru karena ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong umat-Nya yang dicobai (ay. 18).
Karena Allah adalah Bapa dan Yesus Kristus adalah Saudara sulung kita, sudah selayaknya kita memiliki kemiripan dengan-Nya. Jika kita benar-benar menghayati bahwa kita adalah keluarga Allah, maka kita bukan saja merasa dekat dengan Dia tetapi juga semakin terdorong untuk menjadi serupa dengan-Nya. Ingat, Dia adalah Bapa dan Kristus adalah Saudara kita!
DOA:
Ya Tuhan, mampukan kami untuk memiliki kualitas hidup yang serupa dengan Kristus. Amin.
Mzm. 31:10-17; Yes. 54:9-10; Ibr. 2:10-18