29 June 2017 / Renungan Harian

Sunat Tidak Lagi Berarti


media

Sunat Tidak Lagi Berarti

Galatia 5:2-6

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.  (Gal. 5:6)

Sunat pertama kali disebut di Kejadian 17. Sunat menjadi tanda janji Allah untuk membuat keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan memberikan tanah kepadanya. Sebagai balasannya, Abraham dan keturunannya harus menaati Allah. Untuk menunjukkan bahwa mereka menepati janji kepada Allah, setiap keturunan laki-laki Abraham haris disunat. Bahkan para laki-laki bukan Yahudi yang ingin menjadi bagian dari bangsa Yahudi juga harus disunat.

Praktik sunat menimbulkan perdebatan dan perpecahan di kalangan jemaat Kristen perdana. Sejumlah orang Kristen Yahudi yang hidup menurut hukum Taurat merasa bahwa semua pemngikut Kristus harus menaati hukum Taurat dan melakukan semua praktik ritualnya, termasuk sunat. Rasul Paulus mengkritik "para pengacau" itu dengan mengatakan bahwa sunat tidak melengkapi apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus karena keselamatan dari Tuhan sudah sempurna. Yang perlu dilakukan umat Tuhan adalah beriman dan melakukan kasih. "Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih." (ay. 6).

Berbahagialah kita saat ini yang tidak lagi dibebani dengan hukum Taurat. Mari kita senantiasa hidup dalam iman kepada Tuhan Yesus dan mewujudkan kasih-Nya dalam hidup ini.

 


Doa:

Tuhan, jadikan kami perwujudan kasih-Mu yang tiada batas. Amin

 

Mzm. 89:2-5, 16-19; Yer. 25:1-7; Gal. 5:2-6

Latest ARTICLE