">


05 September 2019 / Renungan Harian

TAKUT AKAN TUHAN


media

Kejadian 39:1-23

"Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (Kej. 39:9)

Tanpa dikawal oleh seorang polisi pun, 30 orang dibawa ke dalam penjara karena menolak untuk bersumpah. Itulah yang terjadi pada tahun 1662 di kota London. Tiga puluh orang itu adalah kaum Quaker, suatu kelompok Kristen Protestan yang muncul pada abad ke-17 di Inggris. Kaum ini memang menjunjung tinggi kejujuran dengan dasar takut akan TUHAN. Ketika mereka berkata siap pergi ke penjara, mereka akan taat dan jujur sampai selesai.

Karena disertai TUHAN, Yusuf mendapatkan kasih dan kepercayaan dari Potifar, tuannya, untuk berkuasa atas rumah dan segala milik tuannya. Namun, Yusuf pun menghadapi pencobaan yang berat di rumah Potifar itu. Istri Potifar mengajak Yusuf tidur bersamanya. Ajakan itu disampaikan istri tuannya ketika situasi rumah sepi. Kalau saja tidak takut akan TUHAN, Yusuf mungkin akan menyambut ajakan itu. Yusuf menolak ajakan itu. Istri tuannya itu menjadi kecewa dan marah. Ia membuat tuduhan palsu bahwa Yusuf berusaha memerkosanya. Yusuf akhirnya dimasukkan ke penjara. Namun, TUHAN tetap menyertai dan mengasihi dia.

Seperti kaum Quaker dan Yusuf, ketika kita takut akan TUHAN, kita menjunjung tinggi kejujuran. Kita tidak akan mengkhianati kepercayaan yang diserahkan kepada kita. Dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, kita pelihara dan kelola kepercayaan itu. Bisa jadi, pencobaan datang menggoda kita. Namun, sikap takut akan TUHAN membuat kita mampu menang dalam pencobaan.

REFLEKSI: Takut akan TUHAN merupakan dasar utama orang yang ingin sukses dalam memelihara dan mengelola kepercayaan yang ia terima.

Mzm. 1; Kej. 39:1-23; Flp. 2:25-30

Latest ARTICLE