20 July 2019 / Renungan Harian

TANGGUNG JAWAB KEKERABATAN


media

TANGGUNG JAWAB KEKERABATAN
Kejadian 14:1-16

Ketika Abraham mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih … lalu mengejar musuh sampai ke Dan. (Kej. 14:14)

“Burung merpati mencintai ketika bertengkar; serigala-serigala membenci ketika memuji-muji,” ujar Agustinus. Harapannya, menjadi seperti merpati, yang walaupun bertengkar tetapi tetap mengasihi. Pertengkaran tidak pernah ada tanpa alasan, namun jarang ada satu alasan yang bagus.

Gembala Abraham dan gembala Lot pernah bertengkar karena lahan yang konon terbatas. Karena tidak ingin terjadi pertengkaran, mereka pun berpisah. Menariknya, perpisahan itu tidak menghilangkan kasih sebagai kerabat. Tatkala Sodom diserang dan negeri itu jatuh, bukan hanya harta benda penduduk yang dirampas, Lot dan penduduk lain pun ikut ditawan. Abraham yang mendengar kabar tersebut langsung turun mencari dan menyelamatkan keponakannya itu. Ia bukan hanya mengerahkan pasukan terbaik yang ia miliki guna masuk medan laga, ia sendiri ikut serta dan rela bertarung nyawa. Hubungan kekerabatannya dengan Lot memanggil Abraham untuk ikut bertanggung jawab atas hidup dan masa depan dari anak saudaranya itu.

Tanggung jawab kekerabatan, itulah pesan yang hendak disampaikan lewat cerita di atas. Sebagai kerabat tentu kita bisa berbeda pendapat, bahkan dapat bertengkar. Namun, jadilah seperti merpati yang tetap mencintai kendati bertengkar; mau terus saling menolong dan menopang sebagai kerabat. Andar Ismail, penulis buku Seri Selamat, mengingatkan kerabat bukan hanya saudara sedarah. Torang samua basudara, pungkasnya.

REFLEKSI:

Karena kita bersaudara dan saling mencintai maka kita bisa bertengkar. Namun saat bertengkar, ingatlah kita masih bersaudara.

Mzm. 15; Kej. 14:1-16; Luk. 8:4-10

Latest ARTICLE