Yohanes 12:1-8
Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri …. (Yoh. 12:6)
Dalam bahasa Inggris, ada istilah kiss of Judas. Istilah ini menunjuk kepada tindakan yang terlihat ramah, baik namun sesungguhnya di balik tindakan tersebut terkandung niat jahat. Yudas memperagakan karakter buruk ini terhadap Yesus.
Ketika Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya, Yudas berkata, ”Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” (ay. 5). Yudas tidak setuju dengan tindakan Maria. Ia secara tidak langsung berkata, tindakan Maria adalah pemborosan yang tidak berguna. Bukankah lebih baik minyak itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin? Yudas terkesan baik terhadap orang miskin. Namun, Yudas punya motif lain. Ia ingin memiliki uang dari hasil penjualan minyak itu.
Yudas yang berpura-pura baik mewakili kecenderungan sebagian orang Kristen yang seakan-akan dekat dengan Tuhan, peduli kepada orang miskin namun sesungguhnya tidak. Orang Kristen seperti ini menjadikan kedekatan dirinya dengan Yesus sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan materi. Hidup Yudas berakhir tragis. Orang-orang Kristen yang cenderung seperti Yudas juga hidupnya tidak akan baik. Di momen minggu ke-5 Prapaskah ini, Tuhan hendak mengajak kita untuk tidak seperti Yudas yang secara fisik dekat Yesus tapi hatinya jauh dari-Nya.
DOA: Ya Tuhan, mampukan kami untuk benar-benar dekat dengan-Mu dan mengutamakan kehendak-Mu dalam hidup kami. Amin.
Yes. 43:16-21; Mzm. 126; Flp. 3:4b-14; Yoh. 12:1-8